Arminareka Perdana

Travel Umroh Terbaik & Terpercaya| Paket Umroh Murah

Menu

HAKEKAT WUKUF DI PADANG ARAFAH

Sep
29
2017
by : nana. Posted in : Blog

💫 Wukuf adalah puncak tertinggi dari ibadah haji yang dilakukan disebuah tempat/padang yang luas yang kita sebut sebagai “ARAFAH”

💫 Apakah Wuquf itu ? Apakah Arafah itu ? Mengapa tempat itu menjadi sebuah yang amat penting ?

💫 Wukuf berasal dari kata waqofa yaqifu, yang artinya berhenti atau diam sejenak.
💫 Arafah berasal dari kata ‘arafa, ya’rifu, yang berarti mengetahui, mengenal , memahami.

Di tempat itu (padang ‘arafah) saat ibadah wukuf atau saat jamaah mewakafkan diri mereka, diharapkan mereka mengenal dan memahami tentang diri nya dan mengenal Tuhan nya.

💫 ‘Arafa juga diyakini sebagai tempat pertemuan Adam dan Hawa.

💫 Di dalan Al-Quran, kata ‘arafa di pakai saat Ibrahim memahami (‘arafa) bahwa benar mimpi itu datang dari Allah.
💫 Begitu pun saat Adam dan Hawa mengetahui (‘arafa) dosa-dosanya lalu mereka bertaubat kepada Allah.

Kita mengenal satu ungkapan

“Man ‘arafa nafsahu, faqod ‘arafa rabbahu..”
(Siapa yang mengenal/memahami diri nya, maka dia akan mengenal/memahami Tuhan-nya)

💫 ‘Arafa (mengenali, memahami) adalah sebuah ranah/padang/zona yang amat luas.
Apa nya yang dikenali..? Nama nya, makna nya, wujud nya, sifat nya, af’al (perbuatan) nya, dzat nya, letak nya, rupa nya, dan sebagainya.

Itulah gambaran dari hakikat ‘Arafa, termasuk puasa ‘arafa bertujuan untuk “Memahami”

💫 Di ‘Arafa itulah Ibrahim memahami mimpi/petunjuk nya.
💫 Di ‘Arafa itu Ismail memahami apa yang disampaikan bapak nya.
💫 Di ‘Arafa itu Adam dan hawa bertemu.
💫 Di ‘Arafa itulah diri bertemu dengan Tuhan-nya.

💫 Di ‘Arafa, di “pemahaman” dan dipengenalan terhadap-Nya.

Rasulullah saw bersabda :

“Haji adalah wukuf di Arafah”

💫 Wukuf adalah puncak dari sekian banyak rangkaian ibadah haji. Karena itu, Rasulullah saw memberikan sinyal tentang penisbatan wukuf kepada ibadah haji itu sendiri. Haji itu ya wukuf di Arafah. Mengapa ia menjadi puncak dari ibadah haji ?

Sesuai dengan nama nya bahwa wukuf adalah berdiam, berkontemplasi, bertafakkur, dan bertadabbur.
💫🌹 Berdiam di sini bertujuan untuk mengenal dan membaca diri dengan tujuan untuk mengenal Allah.

💫🌹 Mengenal diri mengandung implikasi logis bahwa ibadah haji itu bermakna juga mengenal Allah. Tidak ada hal yang lebih tinggi dari mengenal Allah. Jika ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang paling tinggi derajat nya, maka wukuf menempati derajat yang paling tinggi dari sekian banyak aktifitas ibadah haji.

Setelah sebelum nya memakai pakaian ihram yang bermakna mengharamkan diri dari segala yang dilarang dalam aturan-aturan ihram, maka wukuf adalah perjalanan selanjutnya dari proses pengharaman diri itu. Artinya, strategi untuk mengenal Allah hanya dapat dicapai semata-mata dengan menjaga diri dari segala sesuatu yang dilarang (oleh Allah).

Pelarangan-pelarangan ketika berihram adalah simbolisasi tentang sebuah pencapaian keadaan fitrah, yakni keadaan asli dimana Allah swt sendiri menjadi Pengambil ikrar akan sebuah kesaksian. Kesaksian awal tentang sebuah pengakuan hamba dan statemen Tuhan. Pernyataan Allah Swt itu adalah : “Dan (ingatlah), ketika Tuhan mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah aku ini Tuhan kalian?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami telah menyaksikannya”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kalian tidak mengatakan : “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (al-A’raf (7) : 172)

💫🌹 Mengapa Tuhan mesti dikenali melalui wukuf ? Wukuf di padang Arafah merupakan simbolisasi dari zona ruhani. Sebuah pola untuk berma’rifat. Tak akan ada sebuah pencapaian tanpa memberhentikan gerak kehidupan terlebih dahulu. Dan gerak kehidupan itu bertitik pusat pada akal pikiran. Memberhentikannya dalam gerak kehidupan bermakna mengembalikan nya pada kondisi awal.
Dari sinilah, seorang yang menjalankan wukuf memulai untuk ber taraqqi kepada alam asal nya.

💫🌹 Jendela terhadap dunia penampakan yang bertitik pusat pada akal pikiran itu terletak pada panca indera.
Indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba, semuanya berpusat pada akal.
Partikel-partikel dunia masuk melalui panca indera tersebut. Partikel-partikel dunia itulah yang membuat segala macam keramaian di dunia. Ia harus dikembalikan pada fitrah nya dengan cara menutup semua lobang panca indera melalui wukuf. Akal pikiran dimurnikan kembali sehingga ia tidak bergeser terlalu jauh.
🌹 Menghentikan gerak akal sementara waktu bertujuan untuk menenangkannya. 💫 Akal yang tenang akan tunduk pada jiwa yang tenang.
🌹 Jiwa yang tenang adalah jiwa yang bisa kembali kepada Tuhan nya. Ke arah sanalah agama mengajarkan para pemeluk nya agar senantiasa mencapai satu titik ketenangan yang bisa membawa diri nya kepada hakekat kejadian awal.
💫❤🕋 Kejadian awal manusia adalah ikrar nya dalam mengenal Tuhan.
“Alastu birabbikum, qooluu balaa syahidnaa”, bukankah Aku ini Tuhan kalian, mereka berkata; “ya kami telah bersaksi”.

💫 Akal yang tenang akan selalu tunduk pada jiwa yang tenang. Akal yang tenang akan mendapatkan suntikan energi, sehingga daya tampung nya menjadi lebih luas. Pandangan nya tajam terhadap tanda-tanda alam. Sensitifitas kecerdasan nya akan selalu membawa kemaslahatan bagi lingkungan dan alam semesta.

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam syurga-Ku”. (QS Al-Fajr : 27-30).

💫 Gerak akal yang muncul dari panca indera, menjadikannya terbebani oleh persoalan-persoalan dunia.
Dunia telah menarik fungsi akal dan mengikat kuat manusia sehingga ia menjadi bodoh, lemah dan terpuruk. Belenggu dunia telah membawa akal sehingga ia tidak mampu berpikir untuk soal-soal yang sangat sederhana.
Akal telah terpenjara oleh penampakan panca indera. Sifat-sifat buruk yang muncul dan menjadi penyakit hati berasal dari dunia penampakan yang masuk dari panca indera. Kebencian, kedengkian, iri hati, sombong, riya, sum’ah, buruk sangka, sakit hati, dan penyakit-penyakit lainnya telah menjerumuskan manusia menjadi makhluk yang sangat kerdil dan terhina. Saat itulah manusia telah menjadi bodoh.
💫 Belenggu dunia yang mengikat kuat akal pikiran manusia adalah berhala yang nyata. Ia bukan berada di luar diri, tetapi di dalam diri. Ia membentuk sebuah gambar yang membuat manusia menjadi senang ataupun susah.
Gambar-gambar yang muncul di dalam bayangan akal pikiran telah membelenggu dan menjadi penghalang bagi manusia untuk menuju pertemuan dengan Tuhan nya.

🕋❤ “WUQUF KAN DIRI MU AGAR ENGKAU MENGENAL DIRI MU DAN TUHAN MU !”💫🌹

 

baca juga :

mau aman dan nyaman  ?  gunakan travel umroh yang bagus

panduan Teknis ibadah umroh

 

 

 

informasi pendaftaran umroh dan haji plus :

Bpk Nana ns

085318197676

WA  0895 3442 6 3231

BB  DDBF3D7C

DAPATKAN BONUS MERCHANDISE SERTA POTONGAN BIAYA DP !!!

 

 

 

 

 

pencarian dari google:

artikel lainnya HAKEKAT WUKUF DI PADANG ARAFAH

Sabtu 14 Januari 2017 | Blog

Paket umroh 2017 umroh gratis

Kamis 9 Februari 2017 | Blog

Kerinduan ku ingin berkunjung ke Rumah-Mu Setiap Muslim siapa pun itu pasti merindukan bisa pergi ke…

Minggu 5 Februari 2017 | Blog

Miliki NIAT untuk Menunaikan Ibadah Umrah dan Haji “JIKA KEMBALI (DARI BERHAJI DAN BERUMRAH), ALLOH MEMBERINYA…

Selasa 17 Januari 2017 | Blog

Arminareka Perdana membuktikan diri sebagai biro travel umroh dan haji plus terbesar di Indonesia. lebih dari…