Arminareka Perdana

Travel Umroh Terbaik & Terpercaya| Paket Umroh Murah

Menu

Bagaimana pendapat para tokoh tentang Biro Umroh Haji Arminareka Perdana?

Salah satu keunggulan dari biro Umroh Haji Arminareka Perdana adalah adanya hak usaha yang bisa dijalankan oleh setiap jamaah. Tentunya keunggulan ini terdapat beberapa tanggapan yang negatif. Untuk itu berikut adalah beberapa pendapat para tokoh agama mengenai peluang usaha Arminareka Perdana.

 

Kanny Hidayat Y, S.E, M.A

Wakil Sekretaris BPH Dewan Syariah Nasional MUI

Bisnis Arminareka Perdana sesuai Syariah

System biro Umroh Haji Arminareka termasuk kategori sistem penjualan langsung berjenjang syariah. Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa no.75 mengenai system penjualan Langsung Syariah. Saya lihat dan paling pokok adalah sesuai Fatwa no.75 tersebut.

Arminareka bukan money game. Money game itu adalah hanya ada aliran uang/bonus dan tidak ada produk yang dijual. Anggota mendapatkan uang hanya dari merekrut orang semata. Dalam syariah, hasil itu sesuai dengan kerja. Kalau menguti kata da’i, hasil itu tergantung dari banyaknya kerja.

Kita lihat di Arminareka masih sesuai (syariah) dalam renumerasinya. Orang yang mau membeli produk ke Arminareka, akadnya jual beli. Bukan akad mendaftar, itu yang sempat saya perbaiki.

Kalau datang ke biro umroh haji Arminareka untuk mendaftar, berarti ini mau main money game. Tetapi jika orang datang ke Arminareka membawa uang 5 juta dan mau beli paket haji berarti dia membeli paket Haji. Dari paket Haji itu, orang yang membeli akan mendapat paket yang namanya vocher. Kalau saya lihat Arminareka, vocher itu sebenarya bukti dan akadnya jual beli. Karena Arminareka adalah penyelenggara haji/umroh, maka bisa menjual paket itu. Kemudian, orang yang membeli paket haji itu akan menyicil ongkos sisanya untuk bisa berangkat Haji.

Jadi apa rambu yang terus dipatuhi? Jangan sampai produk ini menjadi kamuflase. Padalah haji/umroh itu tujuan utama. Kalau sudah masuk Arminareka, dia harus pergi haji/umroh karena dia sudah beli paketnya. Cara pemasarannya juga harus hati-hati. Jangan sampai cara pemasarannya salah. Jangan sampai pemasar (marketer) ketika berpromosi bilang begini “Anda dengan membayar Rp.5 juta pasti naik Haji”. Itu yang salah.

 

Drs.Muhammad Thalib

Yogyakarta, lulusan Pesantren Persis Bangil. Sarjana Fakltas Syariah Universitas Islam Indonesia. Penulis buku tentang keluarga Sakinah.

Bukan MLM

Sistem bisnis biro Umroh haji Arminareka itu memang terlihat seperti MLM (Multi Level Marketing). Namun sesungguhnya bukan sistem yang biasa di MLM, walaupun tetap dikembangkan secara networking. Apalagi kemitraan yang ditawarkan yang berupa perwakilan Paket 40, paket 22 atau Paket 13.

Penawaran kemitraan tersebut diatas bisa disamakan dengan sistem pemasaran yang ada. Seperti misalnya, dalam sistem pemasaran konvensional ada yang disebut dengan distributor, agen dan sub agen. Asalkan biro umroh haji Arminareka tetap menerapkan sistem sesuai dengan aturan yang benar dalam koridor syariah. Jadi tidak ada yang terlarang  pada sistem biro umroh haji Arminareka.

 

Sukana, SE,MM.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ikhsan Al Mubarokkah (Ponpes Eksekutif), Dosen Pendidikan Agama Islam Institut Manajemen Telkom di Bandung

Terbukti Banyak Bantu Orang

Kelebihan Biro Umroh Haji Arminareka sangat banyak. Perusahaan ini adalah penyelenggara Umrah/Haji yang telah beroperasi 25 tahun. Sistem komisi yang diberikan Arminareka telah banyak membantu banyak orang. Sisi positif yang terjadi adalah keterikatan jamaah dengan perusahan melalui pengajian, jadi tidak hanya sekedar bisnis saja.

Sitem ini memang mirip dengan MLM, namun banyak bedanya. Kalau MLM, orang lama yang menjual pasti akan mendapat fee lebih besar dibanding orang yang baru bergabung. Karena MLM ada level. Level mengandung makna khusus, bahwa setiap level punya fasilitas khusus. Padalah barang yang dijual adalah sama, tetapi keuntungannya berbeda. Sementara di Armina tidak ada istilah yang beda antara yang baru bergabung dengan yang sudah lama. Sama-sama maishah, meisharorm udharabah, jadi wajar orang yang sudah memasarkan produk dapat fee. Ini menurut saya sah dan sangat wajar.